Didik Jatmiko

Hari Sumpah Pemuda : 10 Sekolah di Bojonegoro Terima Piagam Welas Asih

28 Oct 2016 - 13:18 WIB

Upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-88 tahun 2016 secara Nasional mengusung tema Pemuda Indonesia Menatap Dunia. Di Bojonegoro, upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) berlangsung khidmat dan diikuti oleh pelajar mulai jenjang Sekolah Dasar, SMP/MTs, SMA/ MA, mahasiswa, organisasi pemuda dan wanita. Selain itu, upacara juga diikuti oleh pasukan Korpri, satuan keamanan TNI dan Polri. Ada hal menarik dalam pelaksanaan upacara HSP tersebut, yaitu diserahkannya piagam sekolah welas asih oleh Bupati Bojonegoro kepada 10 lembaga sekolah yakni SDN Kadipaten 1, SDN Kauman 1, SDN Dander 1, SDN Sukowati 1 dan SDN Kalitidu 1. Untuk jenjang SMP diterimakan kepada SMPN 1, SMPN 2, SMPN 4 Bojonegoro serta SMAN 1 dan SMKN 3 Bojonegoro.

Dalam kegiatan ini, yang bertindak selaku inspektur upacara adalah orang nomor satu di Bojonegoro, yaitu Bupati Bojonegoro, Drs. H. Suyoto Msi, dan Komandan Upacara Zeni Bachtiar,S.STP Kasi Sarana dan Prasarana Dinas Perhubungan. Upacara ini diawali dengan pengibaran bendera merah putih, mengheningkan cipta dan pembacaan teks pancasila yang dipimpin oleh inspektur upacara. Pembacaan teks pembukaan Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, pembacaan teks keputusan hasil  kongres pemuda Indonesia tahun 1928.

Inspektur upacara dalam amanatnya menyampaikan sejalan dengan tema peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke-88 yakni Pemuda Menatap Dunia. Dapat dijabarkan bahwa menatap dunia lewat peran pemuda. Menurut Bupati setiap setahun sekali kita diingatkan tentang pemuda dan mengapa pemuda. Indonesia kini memasuki, era bonus demografi, dimana jumlah pemuda lebih banyak dari orang tua. Manusia memiliki dua sisi produktif dan un produktif, bonus demografi bisa berarti berkah atau anugrah atau justru musibah.

Sebagai manusia, lanjut Bupati,  Kita harus takut kepada Allah SWT jika meninggalkan generasi yang lemah, bertaqwa dan takut kepala Allah, apakah kita bisa menjalankan amanah itu. Oleh karenanya maka kita harus merasa takut  apabila meninggalkan generasi yang lemah.

Esensi kedua dari makna Sumpah Pemuda dimana terdapat pesan dari hasil perapatan yang dikumandangkan oleh pemuda dan pemudi yakni satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa Indonesia bagi kita itu adalah lumrah. Namun ini dikumandangkan di masa penjajahan yakni di tahun 1928 adalah yang luar biasa. Para pemuda menggagas tekad dan ideologi baru,  semangat baru yakni satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa.

Bupati Bojonegoro mengingatkan bahwa bukan hanya individu yang bisa mati namun setiap bangsa akan mengalami kematian, dan setiap bangsa akan senantiasa menghadapi ujian untuk menjadi bangsa yang besar. Sudah banyak contoh bangsa-bangsa besar yang pecah dan runtuh. Seperti yang terjadi saat ini di negara-negara arab seperti Yaman. Kita patut berbangga terhadap bangsa kita, dimana bangsa ini mengingat betul pesan kebangsaan yakni satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa.

Lalu bagaimana dengan pemuda kita?

Apakah pemuda akan menjadi berkah atau musibah bagi bangsa Indonesia. Kita layaknya berbangga diri karena ada anak-anak Indonesia yang kini berjibaku untuk mengangkat nama Indonesia di kancah internasional, mulai Rio Haryanto, Joe Taslim dan Anak-anak Blitar yang berkarya di perfilman hollywood. Ada anak-anak produktif Indonesia seperti pendiri buka lapak, diplomat muda Indonesia yang mengharumkan nama bangsa Indonesia. Mereka adalah anak anak muda yang berani dan menjadi berkah bagi bangsanya.

Namun di sisi lain ada pula anak-anak yang menjadi bencana bagi bangsanya. Dunia telah berubah kita memasuki dunia yang datar dan real time, perdagangan bebas. Sekarang untuk eksis di dunia saat ini harus mempunyai prestasi. Jika dulu dunia dikelompokkan dari pandangan ideologi, dunia sekarang adalah kepentingan yakni kepentingan ekonomi. Dunia sekarang digerakkan oleh bisnis, Pesan Bupati kepada para pemuda yakni dengan kemampuan dan prestasi  yang kita miliki dengan akal karya berkarya dan berdharma untuk indonesia dan dunia. (dik)


TAGS   Hari Sumpah Pemuda 2016 : 10 Sekolah di Bojonegoro Terima Piagam Welas Asih /


Author

Recent Post

Recent Comments

Archive