Didik Jatmiko

Cerita Pertama Perjalananku Menuju Kota Sukabumi

1 Mar 2015 - 00:52 WIB

Pukul 17.45 WIB Aku diantar oleh sahabatku @EdySupraEko menuju stasiun Cepu, Blora - Jawa Tengah Kamis 20-02-2015. Pada kesempatan ini, Aku akan pergi ke Kota Sukabumi untuk menghadiri undangan dari sahabatku Kang Gery. Dia adalah ketua Relawan TIK Indonesia Kota Sukabumi. Setibanya di stasiun Cepu, Aku duduk di kursi tunggu yang ada di sana sambil ngobrol bareng sahabatku. Selesai ngobrol, Aku pun berpamitan dan sahabatku langsung pulang. Aku pun bergegas masuk ke stasiun. Tiketku pun diperiksa oleh petugas dan Aku pun dipersilahkan masuk sambil menunggu kedatangan kereta api. Di ruang tunggu yang ada, Aku pun berbasa - basi dengan penumpang yang juga sudah menunggu kedatangan kereta api Harina.

Pandu Jelajah : Persiapan berangkat dari stasiun Cepu, Blora

Pandu Jelajah : Persiapan berangkat dari stasiun Cepu, Blora

Kereta api yang akan mengantarkanku menuju Kota Sukabumi adalah kereta api Harina. Tak lama kemudian sekitar pukul 19.30 WIB, kereta api Harina pun tiba di stasiun Cepu. Aku pun mencari gerbong yang sesuai tertera dalam tiket yakni gerbong 1 kursi 24 E. Kebetulan pada saat itu, Aku mengenakan seragam Pramuka. Aku pun bergegas masuk ke gerbong dan ternyata di dalam ada Pak Anang pegawai Dinas Kominfo Kab. Bojonegoro beserta istri. Aku pun bertanya kepada beliau, “Mau kemana Pak?” Beliau menjawab, “Bandung”. “Sama donk Pak, tapi Aku mau ke Sukabumi”, imbuhku. “Ngapain ke Sukabumi?” tanya Pak Anang. “Menghadiri undangan kegiatan dari sahabat di Sukabumi Pak”, jawabku. “Kalau Bapak ke Bandung ngapain?”. “Biasanya mas mau jenguk anak-ku yang kuliah di Bandung mas”, jawab Pak Anang.

Satu persatu stasiun dilewati dan sekitar pukul 05.10 WIB, kereta api Harina pun tiba di stasiun Bandung. Aku pun bergeas turun, begitu pula dengan penumpang yang lain. Pasalnya stasiun bandung adalah stasiun tujuan akhir kereta api Harina. Perlu diketahui bahwa kereta api Harina merupakan kereta api yang melayani rute perjalanan dari stasiun Pasar Turi Surabaya hingga stasiun Bandung.

Pandu Jelajah : Tiba di stasiun Bandung, selfie dulu

Pandu Jelajah : Tiba di stasiun Bandung, selfie dulu

Sebelum keluar dari stasiun Bandung, tak lupa Aku pun berfoto bareng Pak Anang dengan minta tolong difotokan oleh orang yang ada di dekatku. Selesai berfoto, kami pun bergegas menuju mushola yang terletak tidak jauh dari pintu keluar untuk melaksanakan ibadah sholat subuh. Selesai sholat, kami pun bergegas menuju ke pinggir jalan raya dan kami pun berpisah. Tak lupa Aku pun bersalaman dan pamitan sama beliau.

Ini adalah pertama kali, Aku menginjakkan kaki di kota bunga Bandung Provinsi Jawa Barat. Sebagai orang Jawa Timur yang belum begitu menguasai bahasa sunda, Aku pun tidak merasa takut berada di Bandung. Dengan bermodalkan keberanian seorang Pramuka, Aku pun masuk ke salah satu angkot yang berhenti di dekatku. Setelah ku tanya lewat Leuwi Panjang beliau pun menjawab nggak mas, hanya sampai ke Padalarang. Mau kemana mas? Sukabumi bapak, jawabku. Beliaupun menyarankan lewat Padalarang saja. Aku pun mengiyakan dan langsung naik ke angkot tersebut. Di perjalanan, Aku pun ngobrol dengan beliau dan ternyata orangnya asyik diajak ngobrol. Tak lama kemudian, angkot yang kunaiki tiba di lokasi dan Aku pun bergegas turun serta menyerahkan uang sebesar Rp. 12.500,- kepada sopir angkot tersebut.

Di pertigaan padalarang, sambil menunggu bus yang ku maksud. Ada dua orang yang juga sedang menunggu bus. Beliau adalah penjual tas yang berasal dari Semarang Jawa Tengah yang sudah lama marantau di Bandung. Sambil menunggu bus, salah satu dari mereka membeli sesuatu. Aku pun dikasih, karena memang dia belinya tiga buah saja. Setelah kutanya, apa pak ini? Beliau menjawab ketan goreng mas? Lumayan cukup untuk mengganjal perut, tak lupa ku ucapkan terima kasih. Tak lama kemudian, dua orang tadi naik bus dan menghilang dari arah pandangku. Sambil menunggu bus yang kumasud, tak lupa ku foto apa yang kulihat di dekatku. Tak lama kemudian bus Sangkuriang yang kumaksud datang, Aku pun bergegas masuk ke dalam bus tersebut.

Dalam perjalanan dari Bandung - Sukabumi. Ku lihat pemandangan yang begitu indah dari dalam bus Sangkuriang. Tak lupa ku jepret dengan kamera HP Lenovo-ku. Lumayan buat nambah koleksi foto. Perjalanan dari Bandung - Sukabumi memakan waktu sekitar 3,5 jam (kalau nggak macet). Tak kuat menahan rasa ngantuk, Aku pun tertidur. Tiba di Kabupaten Cianjur, Aku terbangun dan ku lihat gunung yang sangat indah ditambah pohon kelapa yang tumbuh subur dengan jumlah yang begitu banyak.

Ada satu yang tak lepas dari pandanganku adalah ketika bus Sangkuriang melewati salah satu tugu tunas kelapa yang terlihat jelas bertuliskan “Cianjur Kabupaten Pramuka”. Aku jadi teringat dengan desa Lebakharjo yang berada di Kabupaten Malang, Jawa Timur yang dikenal dengan sebutan desa Pramuka. Tapi yang membuatku lebih bangga, ternyata ada Kabupaten yang memberanikan sebagai Kabupaten Pramuka. Semoga tidak hanya slogan saja, tetapi benar-benar menjadi Kabupaten Pramuka yang sesungguhnya. Tapi sayang banget, karena bangganya melihat tugu tersebut jadi lupa ambil fotonya. Tapi, sebagai Pramuka yang suka main gadget, ku coba cari di google dengan kara kunci “Cianjur Kabupaten Pramuka” muncul deh foto tugunya. Semoga lain waktu bisa ke Cianjur, Amiin.

Karena perjalanan masih lumayan jauh, ku gunakan waktu yang ada untuk istirahat. Sekitar pukul 11.05 WIB, bus Sangkuriang pun tiba di terminal Sukabumi. Tak lupa kuhubungi Kang Gery bahwa Aku dah sampai. Au pun turun dari bus, eh ternyata Kang Gery udah datang. Aku pun dibonceng naik motor hingga tiba di basecamp Relawan TIK Indonesia Kota Sukabumi. Setibanya di basceamp, Aku pun berbincang-bincang dengan kang Gery sambil menunggu waktu sholat Jum’at. Inilah kisah perjalanan pertamaku menuju Kota Sukabumi. (@kakdidik13)


TAGS   Cerita Pertama Perjalananku Menuju Kota Sukabumi /


Author

Recent Post

Recent Comments

Archive