Didik Jatmiko

Cerita dan Harapanku Mengenai Kiprah Film Indonesia

6 Feb 2015 - 18:12 WIB

Hingga detik ini, Indonesia terus berproses dalam meluncurkan film - film Indonesia terbaru dan terbaik. Sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) yang baik, kita harus bangga dengan hasil karya film Indonesia dan mendukung tumbuh kembangnya perindustrian film di tanah air. Lahirnya film - film Indonesia yang diprakasai oleh sutradara - sutradara profesional turut mendukung perkembangan entertainment di negeri yang kaya akan berbagai pesona tersebar dari Sabang hingga Merauke. Selain itu, film juga sangat cocok untuk mempromosikan aset dan potensi yang dimiliki oleh suatu daerah. Misalnya film Laskar Pelangi yang disutradai oleh Riri Riza . Film Laskar pelangi merupakan hasil karya adaptasi dari buku Laskar Pelangi yang ditulis oleh Andrea Hirata. Film yang mengambil lokasi shooting di Provinsi Bangka Belitung ini secara tidak langsung turut mengangkat nama Bangka Belitung di mata Indonesia bahkan dunia.

Cerita dan Harapanku Mengenai Kiprah Film Indonesia

Sutradara Film Hasduk Berpola Hariss Nizam bersama Bupati Bojonegoro @KangYotoBjn

Berbicara tentang film, Aku suka dengan film yang bertema tentang pendidikan, petualangan, pramuka dan film dokumenter. Salah satu film Pramuka yang sering kutonton dan sudah bisa didownload di Youtube adalah Film Lima Elang. Selain Lima Elang, ada lagi satu film Pramuka yang sudah sangat dirindukan kehadiran kaset CD/DVD-nya oleh seluruh anggota Pramuka Indonesia, yakni Film Hasduk Berpola. Film garapan sutradara Hariss Nizam ini mengambil lokasi shooting di Surabaya dan Bojonegoro, kota kelahiranku. Casting film pramuka bergengsi itu pun dilakukan di Bojonegoro dan mengambil pemain lokal dari Bojonegoro dan Surabaya. Bahkan film berdurasi 100 menit ini juga dibintangi artis papan atas Indonesia seperti Idris Sardi, Iga Mawarni dan Niniek L. Karim. Kalau boleh jujur, sebagai pengurus Dewan Kerja (DKC) Pramuka di Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Bojonegoro Aku sering mendapat pertanyaan lewat sms dan chat facebook tentang film Hasduk Berpola baik dari Pramuka di Jawa Timur bahkan luar Pulau Jawa. “Kak, kapan film Hasduk Berpola Kaset CD/DVD-nya beredar? Kak, minta film Hasduk Berpola donk? dan sebagainya”. Pertanyaan - pertanyaan itu pun ku jawab, untuk sementara Kwarcab Bojonegoro belum punya kasetnya kakak. Jika sudah ada, nanti ku hubungi.

Trend Film Indonesia di Tahun 2015 dan seterusnya

Bicara tentang trend film Indonesia 2015 dan seterusnya, Aku berharap akan ada film yang mengangkat tentang kondisi riil kehidupan di Indonesia. Terlebih di dalam film tersebut ada cuplikan tentang seni budaya Indonesia. Indonesia itu tidak hanya di Jakarta, Jogja dan Bali (yang sering dipakai lokasi shooting film FTV) melainkan Indonesia itu luas. Ada Kalimantan Selatan, NTT, Sumatra Utara, Papua, Sulawesi Selatan, Aceh dan sebagainya. Tiap Provinsi memiliki kekayaan seni budaya yang perlu diangkat dan difilmkan.

Bioskop

Seumur hidupku, Aku belum pernah nonton film di bioskop. Bioskop itu seperti apa sih? Maklum Aku hanyalah orang desa yang jauh dari Ibu Kota Negara. Di kota kelahiranku, Bojonegoro hingga Aku berusia 25 tahun, belum pernah mendengar ada di bioskop. Adanya nonton film layar tancap. Aku masih ingat ketika masa kecilku, setiap ada orang yang punya hajat pasti hiburannya adalah layar tancap. Saat itu, layar tancap yang terkenal di Bojonegoro adalah Tito Film yang eksis sejak tahun 1993 - 2004. Film yang diputar oleh Tito Film meliputi film - film Indonesia hingga film China. Jadi, bioskop itu seperti apa ya?

Menjadi Blogger Film

Kamu blogger kah? Blogger dalam bidang apa? Jika ditawari menjadi blogger film, mau kah? Menjawab tiga pertanyaan tersebut tentu tidak sulit bagi yang sudah bergelut di dalamnya. Pertama, Iya Aku ini Blogger, Blogger Bojonegoro ! Bahkan kaos yang sering kupakai adalah kaos blogger, baik itu kaos blogger Bojonegoro, kaos blogger BLOGdetik dan kaos produksi kasogurita.com yang bertuliskan “Sumpah Aku Ini Blogger”. Kedua, Kamu blogger dalam bidang apa? Menjawab pertanyaan ini, agak sulit menjawabnya. Pasalnya di dalam blog-ku tidak hanya menuliskan dalam bidang tertentu melainkan berisikan tentang apa yang sehari - hari Aku lakukan, apa yang kulihat, kudengar dan kurasakan ku tuliskan di dalam blog. Jadi, kalau boleh dibilang blogger gado-gado. Memang sih, jika ngeblognya fokus dalam bidang tertentu suatu saat akan mendatangkan rejeki yang melimpah. Namun, yang penting marilah kita ngeblog yang positif ! Insya Allah rejeki akan datang sendiri. Ketiga, Mendapat tawaran sebagai blogger film tentu kebanggan tersendiri. Terlebih jika tulisan sang Blogger di blog difilmkan. Kapan ya ada film yang pemainnya hampir 75% dari blogger? Do’aku semoga akan muncul sutradara film dari blogger. Amiin

Antusias Komunitas Film di Bojonegoro

Keberadaan komunitas di Kabupaten Bojonegoro jumlahnya begitu besar. Dimulai dari komunitas blogger (Blogger Bojonegoro), komunitas baca (Sindikat Baca), komunitas pecinta bola (ada JCI Chapter Bojonegoro, dsb), Komunitas Sepeda dan masih banyak komunitas yang belum bisa kusebut satu persatu di sini, maaf ya.

Aku pun mencoba searching di Google dengan kata kunci “Komunitas Film di Bojonegoro”. Setelah ku klik salah satu link yang ada menyebutkan bahwa di Kabupaten Bojonegoro telah berdiri sebuah komunitas pecinta film yang menamakan dirinya sebagai “Komunitas Saraf Mata Bojonegoro” yang berdiri sejak tanggal 22 November 2008. Komunitas Saraf Mata Bojonegoro merupakan sebuah komunitas masyarakat Bojonegoro yang berkiprah di dunia perfilman dan telah memproduksi beberapa film indie mulai dari video art dan film dokumenter. Beberapa film yang dihasilkan seperti film dokumenter “Nyawa Illegal” karya Masnun, lalu video yang berjudul “Mie Sandur Setengah Matang” yang berhasil masuk nominasi festival film pelajar yang diselenggarakan oleh Kampung Halaman, Yogyakarta hingga film yang kusebutkan di awal tadi yakni Hasduk Berpola.

Bahkan di blog http://arinaluphprinces.blogspot.com dituliskan tentang Dunia Perfilman, Potensi Baru Bojonegoro (baca di sini), Prestasi Bojonegoro di Dunia Perfilman (baca di sini), hingga Dunia Perfilman Bojonegoro di 2020 (baca di sini) wow sumpah keren banget bro. Semoga harapan itu terwujud, Amiin. Nah, selanjutnya Aku pribadi bangga dengan segudang prestasi yang telah diraih oleh komunitas - komunitas di Bojonegoro. Mengutip kalimat yang disampaikan oleh Bupati Bojonegoro @kangYotoBjn pada saat peringatan pergatian malam tahun 2015 di Khayangan Api Ngsem Bojonegoro,”Tahun 2014 dan sebelumnya penuh dengan unjuk rasa. Saatnya di tahun 2015 dan selanjutnya mari bersama-sama untuk unjuk karya. Tunjukkan bahwa Wong Jonegoro (baca : Orang Bojonegoro) itu sehat, produktif dan bahagia”. Ayo komunitas - komunitas di Bojonegoro, kita bersatu dan menunjukkan karya kita pada dunia !. Dari Bojonegoro Untuk Indonesia dan Dunia. Inilah cerita dan harapanku mengenai kiprah film Indonesia. (@kakdidik13)


TAGS   Cerita dan Harapanku Mengenai Kiprah Film Indonesia /


Author

Recent Post

Recent Comments

Archive