Didik Jatmiko

Pratikno, Cah Bojonegoro Yang Jadi Menteri Sekretaris Negara

16 Dec 2014 - 08:47 WIB

Pratikno, Cah Bojonegoro Yang Jadi Menteri Sekretaris NegaraBojonegoro turut bangga dengan ditunjuknya Bapak Prof. Dr. Pratikno, M.Soc, Sc., sebagai Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) dalam Kabinet Kerja 2014 - 2019 oleh Presiden Ir. Joko Widodo. Mengapa? Karena dengan ditunjuknya Prof. Dr. Pratikno, M.Soc, Sc. sebagai Mensesneg, berarti telah muncul seorang figur orang hebat yang berasal dari kelahiran Bojonegoro. Oleh karena itu sebagai generasi muda di Bojonegoro kita harus bangga telah menjadi bagian dari Bojonegoro. Ingin rasanya aku berteriak “Dari Bojonegoro Untuk Indonesia” tagline dari Komunitas Blogger Bojonegoro untuk mengenalkan Bojonegoro kepada Indonesia dan Dunia.

Pratikno, dengan nama lengkap Prof. Dr. Pratikno, M.Soc, Sc., lahir di sebuah desa yang jauh sekitar 40 km dari kota Bojonegoro yaitu di Desa Dolokgede Kecamatan Tambakrejo Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur tepatnya pada tanggal 13 Februari 1962. Aku pertama kali mengetahui nama Pratikno pada saat beliau muncul di televisi pada saat menjadi moderator debat Pilpres 2009. Dalam hatiku berbicara wah, hebat ada orang Bojonegoro masuk televisi, terlebih dalam acara yang tidak main - main yakni Debat Pilpres 2009 yang secara otomatis ditonton oleh seluruh rakyat Indonesia. Pada saat itu, sekilas aku merasa bangga dan tidak peduli Bojonegoro mana, yang penting ada orang Bojonegoro di Debat Pilpres 2009. Dan ternyata, beliau berasal dari Desa Dolokgede Kecamatan Tambakrejo tak jauh dari tempat tinggalku yakni Desa Sedahkidul Kecamatan Purwosari.

Menurut sebuah tulisan yang ku baca di Majalah Inovasi Edisi Oktober 2013, diterbitkan oleh Bagian Humas dan Protokol Setdakab Bojonegoro menyebutkan bahwa Bapak Prof. Dr. Pratikno, M.Soc, Sc., bercita - cita untuk menjadi Sekretaris Daerah (Sekda). Untuk mewujudkan cita - citanya tersebut, selepas lulus dari SMA ia melanjutkan kuliah di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Gadjahmada (UGM) Yogyakarta. Dengan kegigihan yang dimiliki, akhirnya beliau lulus kuliah Jurusan Ilmu Pemerintahan pada tahun 1985. Namun, setelah lulus kuliah cita - cita beliau pun justru urung tercapai karena beliau ditawari menjadi dosen di almamaternya Universitas Gadjahmada (UGM) Yogyakarta.

Untuk mengobati kerinduan Pratikno kepada kampung halaman dan tanah kelahirannya Bojonegoro, beliau mendirikan Lembaga Swadaya masyarakat (LSM) yang diberi nama ADEMOS (Asosiasi untuk Demokrasi dan Kesejahteraan Sosial) yang berkantor di Desa Dolokgede Kecamatan Tambakrejo Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Terlepas dari cerita di atas, Aku berharap suatu saat nanti bisa bertemu dengan beliau. Harapan itu pun terwujud, Aku melihat beliau secara langsung pertama kali (belum sempat untuk foto bersama) ketika aku menjadi peserta sarasehan yang diadakan oleh Ikatan Mahasiswa Bojonegoro - Yogyakarta (IMAGO) pada minggu, 18 Agustus 2013. Beliau menjadi narasumber dalam kegiatan Sarasehan Kagem Bojonegoro yang dipusatkan di Pendopo Malowopati Pemkab Bojonegoro bersama Bupati Bojonegoro, Suyoto. Pada saat itu beliau telah menjabat sebagai Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Dengan terpilihnya Pratikno sebagai Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta yang sedang melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) pun ditempatkan di beberapa desa yang berada di Kecamatan Purwosari, Ngambon, Tambakrejo, Dander, dan Temayang tepatnya bulan Juni - Juli 2014 lalu. Ini pertama kalinya Bojonegoro ditempati untuk KKN Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Tak pernah ku duga sebelumnya, Aku pun bisa berfoto bersama dan berjabat tangan dengan Rektor Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Prof. Dr. Pratikno, M.Soc, Sc., pada saat acara Halal Bi Halal & Sinau Bareng yang diselenggarakan oleh Ademos dengan diprakarsai oleh Moh. Kundori dkk. Halal Bi Halal & Sinau Bareng diselenggarakan di Gedung Olahraga (GOR) Grade Desa Dolokgede Kecamatan Tambakrejo pada tanggal 30 Juli 2014.

Pratikno, Cah Bojonegoro Yang Jadi Menteri Sekretaris Negara (2)Di akhir acara, Ademos memberikan penghargaan kepada pemuda - pemuda yang aktif memberikan perubahan. Ada dua pemuda yang berhak menerima Ademos Award 2014 dari Dewan Pengarah Ademos Prof. Dr. Pratikno, M.Soc, Sc. Pertama, Muhammad Ali Ketua Karang Taruna Desa Dolokgede sebagai kader sinau bareng kategori social entrepreneur. Kedua, Didik Jatmiko Ketua Blogger Bojonegoro sebagai kader sinau bareng kategori active learner. Nggak nyangka, namaku disebut oleh pembawa acara. Kami berdua pun disuruh maju ke depan untuk menerima piagam langsung diberikan oleh Dewan Pengarah Ademos Prof. Dr. Pratikno, M.Soc, Sc.

Lewat tulisan ini, Aku ingin mengucapkan Selamat & Sukses buat Prof. Dr. Pratikno, M.Soc, Sc. yang telah mendapat amanat untuk membantu kinerja Kabinet Kerja Tahun 2014 - 2019 Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo sebagai Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg). Berawal dari cita - cita ingin menjadi Sekretaris daerah sekarang terwujud menjadi Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg). Barokallah…. Amiin (@kakdidik13)


TAGS   Pratikno / Cah Bojonegoro Yang Jadi Menteri Sekretaris Negara /


Author

Recent Post

Recent Comments

Archive