Didik Jatmiko

Petani Jangan Paksakan Menanam Padi

26 May 2014 - 17:26 WIB

4ebf3dcc83fac865e2b33effa58a1bb9_logo-pemkab-bojonegoroBojonegoro, Setelah Musim Panen (MP) 2 yang akan segera dimulai, petani dan masyarakat diharapkan tidak memaksakan diri untuk menanam padi karena dipastikan stok air sudah tidak ada. Hal ini seperti yang disampaikan oleh Kepala Dinas Pengairan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Edy Susanto saat dikonfirmasi Humas dan Protokol, Senin (26/5) seusai acara sosialisasi.

Lebih lanjut Kepala Dinas Pengairan menyampaikan bahwa persediaan air di waduk pacal kian menipis. Bahkan, menurut Edy Susanto, jika tidak diatur satu bulan saja dipastikan stok air ini sudah habis. Oleh karenanya, mulai saat ini untuk aliran air dari waduk pacal ini diatur untuk Bojonegoro wilayah barat, tengah dan timur sesuai dengan mekanisme yang ada. Pengaturan ini dilakukan agar semua mendapatkan jatah yang proporsional. Waduk pacal kini dan dulu jauh berbeda jika dulu waduk pacal memiliki kapasitas 45 juta meter kubik kini hanya tinggal separonya saja mencapai 23 juta meter kubik saja, sedangkan luas areal pertanian yang dialiri dari tahun ketahun justru bertambah. Menurut Edy Susanto, saat ini saja areal pertanian yang bergantung pada waduk pacal mencapai 16.688 hektar sedangkan jumlah air terus menurun karena pendangkalan yang dialami waduk pacal.

Masih dalam keterangannya, Kepala Dinas Pengairan mengungkapkan bahwa saat ini Dinas Pertanian bersama Petani yang tergabung dalam Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) sedang membicarakan tentang Rencana Tata Tanam Global (RTTG). Oleh karenanya, Edy Susanto, menegaskan sekali lagi bahwa seusai MP 2 ini petani di Bojonegoro hendaknya tidak memaksakan diri untuk menanam padi. Lebih baik menanam polowijo ataukah tanaman tembakau karena dinilai lebih tepat. Jika ada yang memaksakan diri untuk menanam padi maka dikhawatirkan akan mengalami kerugian yang lebih besar.

Sementara itu ketika dikonfirmasi tentang rencana pembangunan waduk gongseng, Edy Susanto menyampaikan bahwa sampai dengan saat ini sudah memasuki tahapan pembebasan lahan. Hanya saja secara keuangan semua sudah tersedia baik anggaran dari pemerintah pusat, propinsi maupun daerah. Menurut, Edy Susanto, dengan dibangunnya waduk gongseng ini nantinya akan memenuhi kebutuhan air diwilayah Bojonegoro. Karena waduk gongseng ini nantinya akan memiliki daya tampung yang sama dengan air yang tertampung diwaduk pacal saat ini yang mencapai 22 juta meter kubik. (Humas)


TAGS   Petani Jangan Paksakan Menanam Padi / Petani Bojonegoro Jangan Paksakan Menanam Padi / Dinas Pengairan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro /


Author

Recent Post

Recent Comments

Archive