Didik Jatmiko

Air Harus Diatur Secara Bijaksana

26 May 2014 - 17:23 WIB

4ebf3dcc83fac865e2b33effa58a1bb9_logo-pemkab-bojonegoroBojonegoro, Wakil Bupati Bojonegoro, Drs. H. Setyo Hartono MM dihadapan anggota Himpunan Pengguna Air (HIPPA) Bojonegoro menyampaikan agar air diatur secara bijaksana, karena diakui bahwa masalah air ini rentan memicu adanya masalah dilapangan. Hal ini terungkap saat kegiatan pembinaan gabungan HIPPA dalam Sosialisasi Peraturan Bupati Nomor 18 tahun 2012 tentang pemberdayaan Petani Pemakai Air di Kabupaten Bojonegoro yang digelar Di Pendopo Kecamatan Dander, Senin (26/5) pagi tadi.

Wabup Setyo Hartono menyampaikan bahwa tanah Bojonegoro sangatlah unik, bagaimana tidak saat musim penghujan air yang mampu diserap hanya mencapai 15 persen saja, selebihnya lewat saja tak terserap menjadi banjir bandang dan lain sebagainya. Apalagi kontur tanah Bojonegoro tidak mampu menyerap lebih dari kedalaman 30 centimeter.Sehingga Bojonegoro ini rawan kekeringan dan banjir bandang. Demikian juga untuk waduk pacal mengalami pendangkalan yang sangat mengkhawatirkan , dari ketinggian 25 meter sudah mengalami pendangkalan 19 meter lebih sehingga daya tampung waduk pacal hanya 6 meter saja. Sedangkan pertanian di wilayah Bojonegoro salah satunya bergantung dengan ketersediaan air di waduk pacal. Berdasarkan pengalaman yang sudah-sudah masalah aliran air dari pangkal dan ujung sering mengalami masalah dan rentan menimbulkan konflik ditengah masyarakat kita. Oleh karenanya pembagian air ini harus benar-benar diatur dengan cermat dan sistematis untuk kepentingan bersama.

Dalam kesempatan ini, Wabup juga menyampaikan masalah kontrak kerja HIPPA dan modul kerjasama ini harus dipedomani dengan tepat, regulasi HIPPA ini untuk diatur sesuai dengan aturan yang ada. Karena masa sewa dan kerjasama sudah diatur demikian pula dengan masalah sewa dan lain sebagainya.

Sementara itu sebelumnya, didalam laporannya Kepala Dinas Pengairan Pemkab Bojonegoro, Edy Susanto menyampaikan pengelolaan air ini telah dikelola dengan baik, hal ini dibuktikan dengan dilibatkannya HIPPA dalam kegiatan pengelolaan air. Secara teknis Edy Susanto menyampaikan bahwa pembagian air ini dilaksanakan dengan semaksimal mungkin. Secara umum pengelolaan air di Bojonegoro sudah baik dan ini akan terus dipertahankan. Menurut Kepala Dinas Pengairan, untuk tahun 2013 lalu HIPPA di Bojonegoro mendapatkan proyek P4 ISDA untuk 30 HIPPA dengan alokasi anggaran mencapai kurang lebih 4 Milyar rupiah lebih.Sedangk untuk Tahun 2014 ini kita mendapatkan bantuan untuk 10 HIPPA salah satunya adalah HIPPA di Desa Sumbertlaseh Kecamatan Dander. (Humas)


TAGS   Air Harus Diatur Secara Bijaksana / Himpunan Pengguna Air (HIPPA) Bojonegoro /


Author

Recent Post

Recent Comments

Archive