Didik Jatmiko

Tahun 2014 Produksi Migas Bojonegoro Harus Sukses

8 Dec 2013 - 14:54 WIB

Tahun 2014 Produksi Migas Bojonegoro Harus Sukses

Surabaya, 2 Desember 2013. Pemilu dan pilpres akan berlangsung, penguasa boleh berganti. Namun energi dan pangan harus selalu ada. Komsumsi BBM nasional akan terus tumbuh, kini 1,2 juta barel perhari,tahun depan bisa lebih banyak. Itu berarti impor bisa lebih dari 800ribu barel perhari. Kecuali target produksi 1 juta barel perhari bisa dicapai akhir tahun 2014. Produksi nasional saat ini sekitar 840 ribu barel, namun tidak semua bisa diolah di dalam negeri, karenanya impor jumlahnya tinggi.

Mungkinkah percepatan produksi migas nasional? Sulit atau mudah? Apa masalahnya? Bagaimana menyelesaikannya, apa saja yg hang harus dilakukan. Bojonegoro, daerah yang diharapkan menyumbang 20 persen minyak Indonesia, kini ada 5 K3S dan memproduksi 63 ribu barel perhari. Diharapkan akhir tahun depan, tercapai 200 ribu barelperhari.

Inilah kegiatan eksplorasi eksploitasi migas onshore terbesar dinegeri. Masalah sosial, legal tata kelola, bisnis dan teknis ada didalamnya. Menyambut Intruksi Presiden Nomor 2 tahun 2012, tgl 11 Juni 2013, Pemkab memprakarsai pertemuaan seluruh stakeholder terkait. Hingga lahirlah Deklarasi Bojonegoro, berikut semua skenario dan solusinya.

Hari ini, esuk dan lusa, di shangrila FGD ( Focus Group Discussion ) percepatan produksi migas nasional digelar. Duduk bersama tuhuh kementrian, SKK migas, pemprov,pemkab, JOB pertamina petrochina, Pertamina EP, Pertamina EP Cepu,TNI, Polri, Kejaksaan, BPN dan tiga perguruan tinggi.

“Kita semua percaya dengan kekuatan niat baik, kekuatan kehadiran danketersambungan, dan kekuatan untuk saling mendengar, akan mengalahkan prasangka. Prasangka pusat, daerah dan sektoral atau profesi yang membuat kita tidak jernih melihat masalah dan solusinya. Untuk inilah sekarang kita ada di sini” ungkap kang Yoto saat sambutan pembukaan Workshop dan FGD di Shangrila Surabaya pagi ini. Berbagai rumusan rekomendasi dan rencana aksi diharapkan lahir dari forum ini. Politik boleh terusberlangsung, dan produksi migas harus tetap jalan.

Beruntunglah Bojonegoro!

“Dari 310 Kabupaten, baru 107 kabupaten Kota yang telah menetapkan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), Bojonegoro termasuk yang paling detil dokumennya dalam mengatur lahan untuk produksi pangan.Lahan sawah Bojonegoro nomor 6 secara nasional, dan produksi berasnya setara dengan impor nasional. Beruntunglah Bojonegoro yang memiliki potensi migas dan pangan” (Gloria, kasubdit pengendalian lahandirektorat pengelolaan lahan pertanian).”

Rasanya semakin benar, jika Bojonegoro bertekad menjadi lumbung pangan dan energi negeri! (humas/atk)


TAGS  


Author

Recent Post

Recent Comments

Archive